Karyawan Berambut Pirang, Ditangkap Tim Macan Putih Polres Prabumulih Karena Narkoba

PRABUMULIH,PRESTASIPOST.COM_Rabu malam kemarin menjadi malam yang kelam bagi CW (33) warga Jalan Payo Durian, kelurahan Sialang Sako kota Palembang. Ia ditangkap oleh Tim Macan Putih Polres Prabumulih karena memiliki Narkotika jenis Shabu dan Ekstasi.

Pria yang belakangan di ketahui bekerja sebagai Asisten Manager diperusahaan ini, tertangkap Tim Macan Putih Polres Prabumulih didalam sebuah mobil Triton BG 8415 AH, yang terparkir di depan Toko bangunan yang ada di bilangan Jendral Sudirman. (16/12/2020).

Apesnya lagi selain ditemukannya Narkoba, penggeledahan yang dilakukan tim Macan Putih juga menemukan sepucuk senjata Api jenis Air Soft Gun.

Saat di interogasi oleh petugas, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bandar Insial A.R yang ada di kawasan Prabumulih Barat.

“Beli Shabu sepaket sama AR dengan harga Rp 150 dan Ineks Rp 250 ribu, untuk di pakai di mes, sedangkan Air Soft Gun itu saya bawa untuk kerja malam, “akuh CW dihadapan petugas.

Kasat Narkoba Polres Prabumulih AKP Fadilah Ermi, S.Sos, SIK yang diwakili Kanit Idik 1 Satres Narkoba Ipda Zulkarnain Afianata,ST,.M.Si mengatakan saat menggelar pres release, Kamis (17/12/2020), tersangka berhasil ditangkap oleh tim yang sedang malakukan giat rutin Hunting sekira pukul 02:30 wib, Rabu (16/12/2020).

“Tersangka langsung panik dengan kedatangan petugas dan ketahuan membuang bungkusan plastik kecil kearah lantai dasar mobil. Setalah itu dilakukan penggeledahan lebih mendetail, barulah ditemukan 1 Paket Shabu sebearat 0,30 Gram dan I Butir Eksatasi warna Hijau didekat pedal Gas dan senjata AirSoftGun,”Jelas Ipda Zulkarnain.

Lanjut Kanit, setelah berhasil diamankan tersangka dan barang bukti dibawa ke Mako Polres Prabumulih, guna dilakukan pengembangan.

“Setelah dilakukan interogasi ia mengaku barang tersebut dibelinya dari bandar inisial A.R yang kini kita buru (DPO). Karena kasusnya tersangka disangkakan dengan pasal 112 ayat 1 UU Republik Indonesia No 35 tahun 2009, ancaman kurungan minimal 4 tahun dan denda Rp 8 Milyar,”Tutupnya. (E)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*