Promosikan Songket Meraje, Tim Penggerak PKK Muara Enim Habiskan Senja di Danau Shuji

MUARAENIM,LEMBAK_Kabupaten Muara Enim provinsi Sumatera Selatan bukan hanya terkenal akan sumber daya alamnya yang melimpah. tetapi juga terkenal dengan tempat-tempat pariwisatanya yang menakjubkan dan recommended untuk di jelajahi.

Tak heran jika popularitas destinasi wisata di Bumi Serasan Sekundang, hingga saat ini masih dijadikan tujuan utama oleh para touris lokal maupun luar.

Pesona danau Shuji salah satunya, wisata yang berada di desa Lembak, kecamatan Lembak kabupaten Muara Enim, sampai detik ini masih ramai didatangi pelancong.

Budget merakyat serta keamanannya full service menjadi point plus yang membuat danau Shuji ini selalu didatangi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Mulai dari kalangan masyarakat biasa hingga ke Elite Pemerintahan pun pernah singgah ke danau garapan 808 Projeck.

Karena keindahannya yang fenomenal, Jum’at siang (22/01/2021) danau Shuji dikunjungi rombongan dari Tim Penggerak PKK kabupaten Muara Enim yang di ketua oleh Dra HJ Nurhilyah Juarsah.

Ibu TP PKK Kab Muar Enim, foto shoot di Dermaga Danau Shuji

Selain TP PKK, dalam kunjungannya Permaisuri dari Bupati Muara Enim ini juga didampingi Disparekraf kabupaten Muara Enim serta staf Pemerintahan setempat.

“Dalam rangka membuat video dan foto shoot yang nantinya akan diperlombakan ke TP-PKK tingkat Provinsi. Sekaligus mengenalkan serta mempromosikan kerajinan tangan kain songket Meraje ke kanca Nasional, “kata Istri Bupati Muara Enim H Juarsah ibu Dra HJ Nurhilyah Juarsah.

Kain songket Meraje merupakan tambahan koleksi terbaru dari kabupaten Muara Enim yang mana di dalamnya terkandung nilai seni budaya dan juga kearifan lokal.

“Sebelumnya, ada tiga motif batik khas Muara Enim yang sudah lebih dulu dikenal, antaranya Batik Serasan Tengkiang, Batik motif Padi dan Batik motif Kopi,”jelas istri Bupati

Masih kata HJ Nurhiliyah, “Muara Enim juga terkenal dengan Kopi Semendo yang ke khasannya sudah termahsyur kesegala penjuru. Dan dinobatkan menjadi minuman tradisional terpaporit di ajang API Award 2020,”bebernya.

Sementara itu, Wulan Pratiwi selaku Kasi Bidang Pemasaran dan Pariwisata kabupaten Muara Enim, mengatakan, Songket Meraje merupakan kerajinan asli dari kabupaten Muara Enim dimana dalam setiap motifnya menyimpan filosofi khas Bumi Serasan Sekundang khususnya daerah Semende.

“Songket Meraje menggunakan motif Tunggu Tubang dari Semende, yang memiliki banyak makna filosofinya tentang ikatan tali persaudaraan, “imbuhnya.

“Meski menggambarkan adat dan istiadat daerah Semende, namun songket Meraje dibuat oleh pengrajin yang berasal dari Muara Belida,”pungkasnya. (E)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*