Hampir “Koid” Gara-gara Hutang

MUARAENIM, PRESTASIPOST.COM_Sungguh tragis nasib yang di alami Wendra Pranata (22) menjadi korban pengeroyokan yang hampir menghilangkan nyawanya. Wendra hampir koid dengan luka Tusukan di batang leher dan tembakan di lengan kirinya. Sabtu (05/10/2019)

Diketehui Wendra dikeroyok oleh empat orang priya yang diketahui temannya sendiri yaitu Ok, Et, Rd, Md di sebuah warung di Desa Sukarami kampung 4 Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim.

Percobaan pembunuhan itu di picu karena pelaku Et dan Ok memiliki hutang dengan Wendra sebesar Rp 1750000.

“Mereka dendam karena pernah saya tagih hutang , Et sebesar 750 ribuh dan Ok sebesar 1 juta,”ujar Wendra saat di temui di RSUD kota Prabumulih.

“Pelaku selanjutnya Md dan Rd hanya membantu mereka untuk membunuh saya,”terang Wendra sambil mengerang kesakitan karena luka tusuk yang ada di lehernya.

Kronologis kejadianya bermula saat korban Wendra membeli minuman di warung di desa Sukarami Kecamatan Sungai Rotan pada Kamis (03/10/2019), datanglah pelaku Md dengan membawa Samurai langsung menebas Wendra, tapi tebasan pelaku meleset.

Kemudian munculah Rd dan Ok membawah Senjata Api berbarangan menembaki Wendra dan mengenai lengan kiri setelah itu Wendra pun terjatuh lalu ia langsung di pegangi oleh ketiga Pelaku datanglah Et datang membawa Golok dan langsung menusuk batang leher Wendra.

“Waktu saya mau beli minum di warung Md datang bawa samurai dan langsung menebas saya tapi tidak mengenai, sedangkan Rd dan Ok datang dengan membawa senpi langsung menembaki secara berbarangan tetapi hanya tembakan Ok yang mengenai tangan kiri saya lalu yang terakhir Et datang dan langsung menusuk leher saya dari depan setelah saya dipegangi oleh ketiga pelaku,”terangnya kepada wartawan.

Setelah itu korban langsung menyelamatkan diri kerumah keluarganya yang tak jauh dari TKP dan keempat pelaku melarikan diri selanjutnya, Wendra di bawah ke RSUD kota Prabumulih untuk di tangani medis.

Terpisah, Kapolres Muara Enim AKBP Afner Jowono SH SIK MH melalui Kapolsek Sungai Rotan, AKP Pitoi Sanggiti di dampingi kanit Reskrim Aipda Heri Depriansya saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi penganiayaan yang dialami oleh korban.

Pitoi menjelaskan, aksi penganiayaan yang dialami oleh korban disebabkan lantaran dua diantara pelaku yang berhutang kepada korban tidak senang saat korban menagih hutang.

“Mereka terlibat cekcok mulut saat korban menagih hutang. Sehingga korban dikeroyok dan dianiaya menggunakan senjata tajam dan senjata api,” jelasnya.

Lebih lanjut Pitoi mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kasus penganiayaan tersebut.

“Laporannya telah kita terima dan masih dalam proses penyelidikan. Kita sudah kerahkan anggota untuk mengejar keempat pelaku yang terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut,” pungkasnya. (E09)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*