UNBK Dibatalkan, Uang Pungutan Dari Siswa Tak Kunjung Dikembalikan

Muba,Prestasipost.com_Ujian Nasional Berbasis Komputer(UNBK) dibatalkan oleh pemerintah tertuang dalam surat edaran menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), seperti yang kita rasakan sekarang ini. Tapi sungguh disayangkan diduga uang pungutan dari siswa tersebut dengan dalih untuk biaya UNBK sampai saat ini tak kunjung dikembalikan oleh pihak sekolah khususnya diwilayah korwil II kabupaten Musi Banyuasin provinsi Sumatera Selatan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh media ini dilapangan, Minggu 01/08/2020, diduga ada dua sekolah menengah pertama (SMP) yang meminta uang pungutan dari siswa untuk biaya UNBK dan tidak dikembalikan, pertama SMPN 2 kecamatan Plakat tinggi dan kedua SMPN 6 Sungai Keruh yang terletak di desa Keramat Jaya.

Salah seorang alumni tahun 2020 SMPN 2 Plakat Tinggi saat dibincangi awak media ini yang tidak ingin namanya disebutkan dalam pemberitaan menceritakan, kalau dia telah membayar uang UNBK sebesar 603.000 rupiah (enam ratus tiga ribu rupiah) sampai sekarang uang tersebut belum dikembalikan.

“Saya bayar sejumlah uang untuk biaya UNBK sebesar 603.000 rupiah (enam ratus tiga ribu rupiah) menurut informasi dari guru uang tersebut akan dipergunakan untuk bayar biaya simulasi, pengawas, konsumsi, keamanan, membeli mesin genset dan lainnya. Saya berharap sehubungan UNBK dibatalkan agar uang saya dikembalikan dengan uang tersebut akan saya gunakan untuk membeli pakaian seragam di tempat sekolah saya yang baru,”harapnya.

Hal senada diucapkan seorang alumni tahun 2020 SMP 6 sungai keruh yang tidak ingin namanya disebutkan dalam pemberitaan ini, menurutnya dia bayar uang untuk biaya UNBK sebesar 400.000 rupiah (empat ratus ribu rupiah) dan sekarang dia sudah melanjutkan kesekolah yang baru. Namun, sungguh disayangkan sampai saat ini uang tersebut belum dikembalikan oleh pihak sekolah.

“Biaya UNBK yang saya bayar sebesar 400.000 rupiah (empat ratus ribu rupiah) menurut informasi dari guru uang tersebut akan digunakan untuk biaya simulasi, bayar pengawas, bayar keamanan, biaya konsumsi untuk dewan guru selama UNBK berlangsung, beli mesin genset dan lainnya Harapan saya uang tersebut dikembalikan sebab UNBK dibatalkan, jika uang tersebut dikembalikan akan saya gunakan untuk membeli perlengkapan saya di sekolah yang baru,”tutupnya dengan wajah penuh harap.

Sementara saat dikonfirmasi Kepsek SMPN 2 plakat tinggi dan Exskepsek SMPN 6 sungai keruh Melalui pesan WhatsAppnya, Minggu (02-08-2020) tidak memberikan tanggapan dan hak jawabnya sampai berita ini ditayangkan.

Tempat terpisah Korwil II Fatkhul Hadi saat dikonfirmasi melalui pesan whatsAppnya dia akan mengklarifikasi kesekolah atau ke kepseknya.

“Nanti kita klarifikasi ke sekolah/ KS nya terlebih dulu,”ujarnya.

Saat ditanya apakah BPK sebagai korwil tidak tau kalau pihak sekolah diwilayah bpk ada pungutan untuk biaya UNBK.

“Untuk iuran, pelaksanaan UNBK belum ada sekolah yang melaporkan hal tsb, karena mungkin itu dilakukan musyawarah intrn antara sekolah, komite dan pemerintah setempat, andaikan itu benar coba klarifikasi dulu dengan KS nya yang lama ( pak Tukiran di B2, biar permasalahan kler)”tutupnya. (Ben)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*