Diduga Tanpa Swab Tes, Pasien Meninggal Dinyatakan Covid-19 Oleh Tim Gugus Tugas Muba

PINANGBANJAR,MUBA PRESTASIPOST.COM_Beberapa hari ini di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupten Muba telah beredar Isu meninggalnya seorang warga atas nama Ponijan karena terpapar virus Corona atau Covid-19, itu tidak benar.

Hal itu di ungkapkan oleh anak kandung almarhum, Sutaman (38) beserta istrinya Setiawati (30) saat di wawancarai oleh media ini, Senin (7/9/2020) sekira pukul 12:00 wib.

“Hasil Ronsen Almarhum terjangkit penyakit Kangker di perut dan tidak ada yang mengarah ke penyakit Covid-19, Almarhum tidak terpapar Covid-19 dan Ia meminta surat keterangan dari pemerintah desa untuk pemakaman di daerah Sungai lilin,” kata Sutarman menirukan saran dr Adibah di kantor Desa Pinang Banjar.

Lanjut Sutaman, saat dalam perjalanan didaerah Betung mobil Jenazah yang menuju rumah Almarhum di dusun 4 Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba di cegat oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Muba.

Kemudian, Tim Gugus Tugas langsung mengeluarkan pernyataan bahwa Almarhum positif terpapar Covid-19 tanpa menunjukan hasil Swab Tes. Sedangkan sejak dirawat di RSUD Sekayu hingga di rujuk ke RS Muhammad Husein Palembang belum pernah dilakukan Swab tes.

“Ya, Kami dari pihak keluarga sangat terkejut adanya pencegatan dari pihak tim gugus tugas covid-19 Muba didaerah Betung, yang mana mengatakan bahwa orang tua saya terpapar virus tanpa menunjukan hasil swab, bapak saya lima hari dirawat di RSUD Sekayu lalu dirujukan ke RS Mohammad Husen Palembang (28/8) empat hari itu pun bapak belum di swab sudah meninggal “keluhnya ke portal ini.

Kepala Desa Pinang Banjar Aman Mahmud saat di wawancarai oleh awak media menjelaskan bahwa hasil perbincangan dengan pihak rumah sakit Muhammad Husain Palembang dr Adibah melalui WhatsApp Nya Senin (7/9) tidak ada pernyataan dr Adibah yang mengatakan bahwa Almarhum Ponijan positif Covid -19.

,”Pasien bisa saja meninggal karena penyakit Kangker, bukan karena Covid,” Jelas Aman Mahmud menirukan dr Adibah Melalui WhatsApp Nya.

Kemudian Aman Mahmud menjelaskan, dampak dari isu yang beredar telah merugikan masyarakat desa Pinang Banjar di antaranya ada dua Warga yang tidak di perbolehkan Bekerja selama lima belas hari kedepannya di salah satu perusahaan di kecamatan sungai lilin.

” Ya, di tambah lagi kegiatan belajar mengajar dengan metode Daring pada wilayah setempat tidak di laksanakan,”ungkapnya.

Selain itu juga Kepala Desa Aman Mahmud menghimbau kepada masyarakat nya agar tetap beraktivitas seperti biasa dengan tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan,” pungkasnya Singkat.(Ben/tim)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*