Dugaan Kasus Korupsi Milyaran, Status Naik ke Tahap Penyidikan, Kajari : Tunggu Sprindik

PRABUMULIH,PRESTASIPOST.COM_Kejaksaan Negeri (Kejari) kota Prabumulih menaikan status dugaan korupsi Milyaran Rupiah ke tahap penyidikan atas kasus pemberian fasilitas kredit modal kerja (KMK) konstruksi, dari Bank BUMN ke pihak swasta untuk pekerjaan di Perusahaan BUMN Migas. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kejari Prabumulih Topik Gunawan SH MH didampingi Kasi Pidsus Wan Susilo Hadi SH dan Kasi Intel Hendra Fabianto SH, di Aula utama kantor Kejari, Selasa (3/11/2020).

“Dari situ dilakukan gelar perkara secara Internal dihadiri Team Ekspose dan para Kasi selaku Jaksa tentunya, hasilnya pada 26/10 lalu menyepakati untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan,”kata Kejari kepada wartawan.

Sejauh ini belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka, tapi dari kedua belah pihak yang terkait langsung sudah dimintai keterangan. Untuk mengenai kerugian keuangan negara, Topik mengatakan, mesti ada ahli yang dapat menentukan semuanya dalam hal ini BPKP.

“Untuk estimasi sesuai dengan hasil penyelidikan kisaran Rp 1,3 Milyar tapi bisa bertambah karena yang menentukan BPKP,”cetusnya.

Lebih dalam lagi Ia menambahkan, “Karena baru kemarin menyepakati ke tahap penyidikan kita harus menyiapkan Admistrasi terlebih dahulu untuk mengeluarkan Sprindiknya, selain itu berkonsultasi dulu dengan Kejati. Sesuai dengan pengertian penyelidikan yang di maksud KUHP yakni mencari ada tidaknya peristiwa pidana dikasus itu, rupanya kami berpendapat bahwa ada dugaan peristiwa pidana dalam pemberian fasilitas kredit,”bebernya.

Sementara itu ditempat yang sama Kasih Pidsus Kejaksaan Negeri kota Prabumulih, Wan Susilo Hadi SH mengatakan, Kejari Prabumulih sudah melakukan pemanggilan terhadap ke dua pihak swasta untuk dimintai keterangan, tapi hanya satu yang dapat memenuhi panggilan.

“Sudah dua kali dilakukan pemanggilan cuma yang bersangkutan belum dapat memberikan jawaban. Karena ini proses penyelidikan kita jadwalkan ulang,”katanya.

Lanjut Wan, dalam hal ini pihak kejaksaan juga sudah melakukan pemanggilan terhadap13 orang yang terkait.

“Untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran kita belum dapat putuskan, karena sejauh ini kita masi fokus di pemberian fasilitas kredit, secepatnya segera menyelesaikan administrasi untuk mengeluarkan Sprindiknya,”pungkasnya.(E)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*