LSM GTPK Soroti Kegiatan Normalisasi Sungai Dawas

MUBA,PRESTASIPOST.COM_Niat baik pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin demi menanggulangi bencana banjir di saat musim penghujan patut di acungi jempol. Pasalnya, Pemkab Muba sudah melakukan normalisasi sungai di setiap kecamatan dan desa yang rawan banjir, terkhususs di titik yang sudah menjadi langganan banjir tahunan.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Dawas kecamatan Keluang Kabupaten Muba, guna menanggulangi datangnya banjir tahunan Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) kabupaten Muba melakukan Normalisasi sungai Biduk yang dikerjakan oleh PT SAMUDERA PERKASA KONTRUKSI.

Mengunakan anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) dengan nilai anggaran Rp2.946.943.000; dengan waktu pengerjaan 90 hari kalender. Akan tetapi sangat di sayangkan proyek Normalisasi sungai Biduk yang berada di Desa Dawas tersebut di Duga di kerjakan asal jadi.

Hal tersebut diungkapkan oleh seorang warga setempat, sebut saja TA (nama di Inisialkan) saat di konfirmasi awak media, Kamis (26/11/2020) mengatakan.

“Bahwasanya kegiatan tersebut di Duga cuma merapikan bibir sungai saja pengerukan hanya alakadarnya, tidak menambah volume kedalam sungai dan tidak membuang lumpur yang ada di dalam sungai. Dengan nilai anggaran yang sefantastis itu seharusnya di lakukan pengerukan tanah dasar di dalam sungai dengan merata, setau kami Normalisasi yang dilakukan ini hanya alakadarnya terlihat sendiri dari bekas pengerukan tanah tidak ada di bibir sungai,”Cetusnya.

Sementara itu, Agung selaku wakil ketua umum LSM gabungan trisula pengungkap kabar (GTPK) turut menyoroti kegiatan itu. Ia menjelaskan kepada Awak Media, pada, Jumat (27-11-12). jikalau kegiatan Normalisasi sungai tersebut memang di kerjakan asal jadi. Kami akan mengirimkan surat dan melapor ke Aparat penegak Hukum guna menindaklanjuti permasalahan tersebut.

lanjut Agung, “Apalagi nilai anggaran kegiatan tersebut sangat fantastis hampir Rp 3 Miliar yang berasal dari APBD-P, sedangkan pengerjaaan dan hasil yang tidak sesuai dengan nilai anggaran, Diduga pengerjaan nya hanya merapikan bibir sungai saja bukan mumbuang lumpur atau menambah kedalaman sungai supaya volume nya bisa cukup untuk menampung air dan kami menduga kegiatan tersebut di jadikan ajang korupsi, “Jelasnya.

Terpisah sementara, H.Herman Mayori selaku kepala dinas PUPR melalui Padli kepala bidang pembangunan saat di mintai tanggapannya melalui VIA WhatsApp tidak ada jawaban sampai berita ini di terbitkan.(BN/Rill)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*