Tegangan Listrik di Danau Shuji Lembak Tidak Stabil, Trafo Tak Kunjung Terpasang

MUARAENIM,LEMBAK,PP_Trafo merupakan sebuah komponen Elektronik yang berfungsi untuk menyetabilkan dan mengontrol sebuah tegangan arus listrik. Untuk wilayah Indonesia sendiri standar tegangan arus listrik yang disalurkan oleh PT PLN (persero) ke masyarakat sebesar 220 Voltase.

Dampaknya, kalau sampai tegangan atau Voltase arus listrik tidak stabil, beresiko pada peralatan elektronik yang akan cepat rusak. Agar semua itu tidak terjadi, biasanya pihak PLN melakukan penambahan atau peningkatan Trafo baru ke wilayah yang mengalami troble.

Nah berkaitan dengan hal di atas, pengelola danau Shuji Bob Permana, juga mengeluhkan permasalahan serupa, kurangnya tegangan arus aliran listrik di wilayah danau Shuji yang terletak di desa Lembak kecamatan Lembak kabupaten Muara Enim.

Bukan cuma ia, seluruh pemilik kedai yang berjualan di area pinggir danau pun turut merengek.

Menurutnya, pernah dilakukan pengetesan menggunakan alat, hasilnya menunjukan arus listrik di Shuji hanya sebesar 160 Voltase dibawah standar semestinya 220 voltase. Tidak menutup kemungkinan resiko kerusakan peralatan elektronik lambat laun bisa terjadi kalau sampai hal ini dibiarkan.

Bob mengaku, sudah dilakukan upaya pengajuan surat permohonan ke PT PLN rayon Prabumulih untuk dilakukan penambahan Trafo di wilayah danau Shuji. Bahkan informasi terbaru yang di dapatinya surat tersebut sudah di teruskan ke PT PLN (persero) Sumsel.

Ia pun menceritakan, tidak normalnya tegangan listrik di area Shuji sudah berjalan beberapa bulan kemarin, tidak tau pasti apa penyebabnya.

Padahal Shuji merupakan destinasi wisata baru yang mulai berkembang yang masih sangat butuh dengan dukungan banyak pihak.

“Disana kebanyakan fasilitasnya menggunakan aliran listrik, semenjak tegangannya tidak normal pengunjung tidak dapat menikmati fasilitas di Shuji dengan maksimal. Kalau tegangannya tidak sampai 220 Volt, otomatis tower penguat sinyal bantuan dari Guburnur Sumsel H Herman Deru, pun mengalami gangguan, begitu juga dengan fasilitas yang lain seperti pengeras suara Mushala, wahana Keran Ajaib dan masih banyak lainnya,”Terangnya saat di temui pada minggu siang (03/01/2021)

Memang untuk mengantisipasi kami gunakan Engine Generator Set (genset), tentu sifatnya hanya sementara waktu dan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk beli bahan bakar.

Sementara itu, Dedi Surveyor Teknik PT PLN (Persero) Rayon Prabumulih, saat di konfirmasi melalu Smartphonenya terkait pemasangan Trafo di Shuji mengatakan, sudah dilakukan pengajuan ke PT PLN (persero) kabupaten Ogan Ilir dan juga sudah dilakukan survei lokasi.

“Memang surat pengajuan sudah sampaike kantor PT PLN kabupaten Ogan ilir kita tinggal menunggu informasi lanjutan, kalau survei sudah dilakukan lebih dari sebulan yang lalu, kemarin titik pengajuan kami untuk pemasangan Trafo berada di simpang jalan masuk ke wisata danau Shuji,”bebernya melalui Smartphone, Selasa (05/01/2021).

Lanjut Dedi, penyebab tegangan tidak sampai 220 Voltase bisa juga karenakan size kabel yang kecil dan jarak yang cukup jauh. Semakin panjang kabel yang di gunakan maka semakin besar hambatan arus listriknya.

“Di Shuji tidak hanya dilakukan peningkatan Trafo tapi juga penggantian kabel ke size yang lebih besar,”cetus Dedi.

“Kita akan coba tannyakan kembali ke kantor PT PLN kabupaten Ogan Ilir sudah sebatas mana progres dari surat pengajuan kemarin,”pungkasnya. (E)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*